Senin, Oktober 20, 2008
Cinta itu bullshit????
Well, yang akan saya ungkapkan lebih 'menonjol' mengenai cerita teman saya ini adalah bahwa dia menganggap bahwa cinta itu bullshit....!!!!! Haaaaaa??? dimana semua orang di dunia ini berpendapat bahwa cinta itu 'the most beautiful thing' si Mia (nama samaran) ini malah beranggapan bahwa cinta itu bullshit....
Menurutnya, kisah cinta yang dia bina selama 8 tahun (gilaa??? lama juga ya???) ini semuanya hanya cinta buta yang tidak menganggap cinta lain itu berharga...yahhh. dulu dia merasa bahwa kisah cintanyalah yang paling romantis bagaikan romeo 'n juliet, tidak ada kisah cinta lainnya yang lebih 'dalem' daripada kisah cintanya....
lantas mengapa dia mengatakan bahwa cinta itu bullshit??? Alasannya, sang pacar telah mengkhianatinya dengan mencari cinta yang lain... wew...wew....seandainya saya yang mengalaminy, mungkin saya pun akan berpendapat sama dengan dia.
Tetapi, yang ingin saya tekankan disini adalah....seharusnya jangan terlebih dulu berpikir seperti itu....bullshit memang cowok yang seperti itu, tapi 'tidak semua' laki-laki.....huwooo...(ey, kok malah nyanyi) seperti itu bukan???
yaaaaaaaa...paling tidak, ingatlah masa2 pacaran dulu yang begitu romantis, mendapat perhatian dan kasih sayang dari sang pangeran, hadiah-hadiah yang ia berikan, ciumannya...., dekapannya...., setidaknya dia pernah meminjamkan dadanya sebagai tempat bersandar di kala kita sedang sedih, marah, ataupun sedang terisak...
Menurut saya, cobalah kita introspeksi diri kita sendiri terlebih dulu....kata pepatah "tak ada asap kalau tak ada api" MUNGKIN, kita juga kurang perhatian sama si dia, MUNGKIN kita jadi tidak semesra dulu lagi dalam berinteraksi dengan si dia, atau MUNGKIN dia jenuh dengan kita????
Semua kemungkinan itu hanya sebagian kecil dari kemungkinan-kemungkinan lainnya.... Sayapun pernah mengalami yang demikian....tapi coba deh...kalo kita bisa mengembalikan perasaannya pada kita....we will think if we are a hero... for ourself...!!!
Kamis, Oktober 16, 2008
arti 'cinta' sahabat...
Seringkali dalam hal bersosialisasi dengan teman-teman disekeliling kita, kita memiliki HANYA SATU sahabat… karena setiap orang punya pengalaman pribadi yang sarat dengan rahasia, sarat makna, dan sarat tantangan dialamnya, sehingga kerapkali hanya mempercayai satu orang bahkan tidak di dalam hidupnya. Seringkali pula kita sebagai pribadi merasa tertutup dan seolah tidak ingin hal-hal yang kita punyai diketahui oleh orang lain….tapi sudah kodrat ALLAH kita manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin hidup memendam rahasia seorang diri.
Mengapa dikatakan sahabat?
Dalam konteksnya, setiap orang punya spesifikasi khusus untuk menentukan apakah ‘teman’ yang ada bisa dijadikan sahabat atau tidak? Setiap orang punya kriteria sendiri-sendiri untuk menemukan sahabat yang benar2 berarti dan DIJAMIN bisa menjaga semua rahasia dan semua ‘keunikan’ dalam dirinya. Sahabat sudah pasti seorang teman, namun teman belum tentu berarti seorang sahabat.
Kriteria umum sahabat…
1. sahabat selalu memberi dan tidak pernah berharap menerima
2. sahabat selalu mencintai tanpa berharap dicintai
3. sahabat selalu membantu tanpa berharap dibantu
4. sahabat selalu menunggu tanpa berharap ditunggu
5. sahabat selalu merawat tanpa berharap dirawat
SUSAH?
Ya! itulah kita manusia…. selalu punya rasa pamrih, selalu punya rasa tidak terima….namun hal2 tersebutlah yang menyebabkan kita tidak pernah bisa menjadi seorang sahabat sejati. Perbandingannya 1:1000, banyak yang mengklaim dirinya dapat diandalkan, namun kenyataannya tidak sesempurna apa yang diharapkan.
No Body is Perfect
Peribahasa sederhana namun unik, yang dapat mengupas secara dalam apa sebenarnya arti sahabat secara hakiki.
hanya satu kalimat : Sahabat adalah seseorang yang mampu memberi dan menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada sahabatnya
Ada pula yang berkata bahwa “friends will always help us in anywhere and anytime” Cukup miris bila melihat kenyataan bahwa selama ini yang terjadi tidak lebih baik dari itu. terkadang orang yang belum pernah kita kenal, belum pernah kita sapa, bisa menjadi SAHABAT secara dadakan.
well, kalian bisa melihat arti sahabat sedalam-dalamnya di http://chikastuff.wordpress.com/2007/01/25/apa-arti-sahabat/
Semua yang tertulis didalamnya adalah BENAR, tinggal bagaimana kita menyikapinya.
Buat saya, SAHABAT hakiki itu adalah SEMU
Bagaimana dengan kalian??
Seorang anak dengan selimut kumal....
Ada makna cinta yang 'unik' didalamnya...
Maria namanya...gadis kecil dengan angan2 yang kadangkala melambung terlalu jauh... angan2 mengenai realita cinta yang sesungguhnya sangat rumit untuk dijelaskan kepada anak sekecil maria...
Kecintaannya terhadap selimut kumalnya tidak bisa dimaknai dengan sejuta tulisan mengenai cinta. Disetiap malam-malamnya dia tidak pernah berharap ditemani oleh siapapun...ayah, ibu, maupun kakak-kakaknya.... Yang Ia butuhkan hanya sehelai selimut kumal yang sulit dijelaskan bagaimana rupa dan warnanya... bisa jadi putih....bisa juga dari awalnya warnanya memang abu-abu...?
Maria berkata bahwa selimutnyalah satu2nya benda yang bisa Ia andalkan untuk bercerita...meski hanya terdiam bisu sambil menahan airmata maria... Hanya selimutnyalah yang tidak pernah menghakiminya ataupun memarahinya seperti ayah, ibu dan kakaknya....
Suatu hari aq mendatanginya...berusaha mengajaknya bermain...dan Ia sangat senang... Lantas Ia berlari masuk kedalam kamar untuk mengambil selimut kumalnya.... Maria berkata aq juga harus mengajak selimutnya untuk bermain... Ada sebuah dialog kecil antara aq dan maria, yang terkadang membuat aq terenyuh dalam senyum....
"Maria... mengapa kau menyuruhku untuk mengajak selimutmu ikut serta...?"
"Karena aku sangat mencintai selimutku ini.... Dia Temanku..." katanya
"Apakah 'dia' juga mencintaimu...?"tanyaku
".........aq tak tau....." jawab Maria sambil menganga ke arahku...entah apa maknanya...
Demikian kisah Maria dengan selimutnya.....apa yang bisa kita petik??
Maria hanyalah gadis lugu yang mencerminkan banyak manusia disekeliling kita yang memiliki pemikiran yang sama dengan maria. Mengagungkan kecintaan terhadap sesuatu yang rasanya hanya dirinyalah yang mengerti maknanya...
Padahal, seseorang...atau benda apapun itu...belum tentu mencintai kita seperti kita mengagungkannya...
bukan berarti rasa sakit hati karena pernah dikhianati, tetapi kita seringkali tidak menyadari betapa besar rasa cinta orang2 yang ada disekeliling kita. Pernahkah kalian memiliki seorang sahabat sejati, yang benar-benar kalian agungkan....? apakah dia juga menyayangimu seperti engkau menyayanginya??? Pernahkah kalian sadar ada orang lain yang lebih menyayangi dan mencintai kalian lebih dari yang kalian tau...??
Yang bisa menjawab hanya hatimu....renungkanlah...
Senin, Oktober 06, 2008
Intermezzo Dikit Ah....

Dalam blog saya ini akan lebih banyak bercerita tentang arti cinta dan persahabatan...sosialisasi keduanya akan selalu terus dan terus bertautan hingga dunia ini keropos di hantam waktu. Saya banyak meminta kepada teman-teman dan orang terdekat saya untuk bercerita tentang diri mereka, meliputi hal apapun kepada saya. Dan yang paling banyak saya temui selalu cerita-cerita yang bertemakan cinta dan persahabatan.... sentimentil sesungguhnya!
Awalnya saya menduga akan disuguhkan cerita-cerita yang mengharukan dan menyentuh kalbu saja, sebaliknya ada 'surprise-surprise' yang tak terduga. Kisah-kisah sinting, gokil, dan terkadang tidak 'sreg' untuk didengarkan! Saya kira akan ada cerita syahdu selembut jalannya riak air di lautan, tapi ternyata ada ombak badai yang menyusul dibelakangnya! Saya mengharapkan kisah cinta romantis sepasang muda-mudi yang 'malu-malu tapi mau', tapi ternyata tidak jarang ada pula yang menceritakan kebencian, pertengkaran, dan airmata! Ironis memang....tapi justru disitu letak keindahan duniawi manusia yang sesungguhnya.....
"Cinta adalah hadiah terbesar dan juga omongkosong memuakkan. Cinta adalah kanal akar spiritual dan satu-satunya hal yang membuat hidup ini berarti. Cinta adalah sedikit sentuhan tak terlupakan dan satu pengalaman kosong tak berarti".
"Alasan kita jatuh cinta seringkali sama dengan alasan kita mengakhirinya...." - Robert Fulghum-


